Rabu, 12 Desember 2018

TUGAS BLOG Keamanan Sistem Komputer (KSK) ANALISA LOGARITMA

Diposting oleh Unknown di 08.53


ALGORITMA

1.    DESKRIPSIKAN HUBUNGAN KSK DENGAN KRIPTOGRAFI ALGORITM

KSK atau Keamanan Sistem Komputer merupakan suatu sistem yang tersusun secara sistematis untik menunjang keamanan dari komputer. Berikut adalah penjelasan dari beberapa ahli :
 Sistem sendiri adalah suatu sekumpulan elemen atau unsur yang saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama. Keamanan adalah suatu kondisi yang terbebas dari resiko. Komputer adalah suatu perangkat yang terdiri dari software dan hardware serta dikendalikan oleh brainware (manusia). Dan jika ketiga kata ini dirangkai maka akan memiliki arti suatu sistem yang mengkondisikan komputer terhindar dari berbagai resiko.
            Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
            Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa : Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab.
            Sedangkan menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa : Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer. (Sumber : https://sanusiadam79.wordpress.com/2016/06/28/sistem-keamanan-komputer/ )
Algoritma DES (Data Encryption Standart) merupakan salah satu dari jenis algoritma  dari berbagai macam metode enkripsi yang digunakan untuk menunjang keamanaan dari suatu sistem komputerisasi. Algoritma.
Yang mana dapat kita ketahui salah satu upaya dari memberikan keamanan adalah dengan memberlakukan enkripsi untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan salah satunya adalah pembajakan dengan tujuan untuk pengambilan informasi dari oknum asing. Atau secara gambaran umumnya dapat dikatakan bahwa sistem enkripsi merupakan salah satu pendukung utama dari Keamanan Sistem Komputer.
2.    JELASKAN ALGORTMA KELOMPOK DARI PENGERTIAN SEJARAH CARA KERJA ( ENKRIPSI + DESKRIPSI)DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN YANG DI PILIH, SERTAKAN FLOWCHART


     A. PENGERTIAN 
DES (Data Encryption Standard) adalah algoritma cipher blok yang populer karena dijadikan standard algoritma enkripsi kunci-simetri, meskipun saat ini standard tersebut telah digantikan dengan algoritma yang baru, AES, karena DES sudah dianggap tidak aman lagi. Sebenarnya DES adalah nama standard enkripsi simetri, nama algoritma enkripsinya sendiri adalah DEA (Data Encryption Algorithm), namun nama DES lebih populer daripada DEA. 

     B. SEJARAH
AlgoritmaDES dikembangkan di IBM dibawah kepemimpinan W.L. Tuchman pada tahun 1972. Algoritma ini didasarkan pada algoritma Lucifer yang dibuat oleh Horst Feistel. Algoritma ini telah disetujui oleh National Bureau of Standard (NBS) setelah penilaian kekuatannya olehNational Security Agency (NSA) Amerika Serikat.
DES pertama kali dipublikasikan di Federal Register pada 17 Maret 1975. Setelah melalui banyak diskusi, akhirnya algortima DES diadopsi sebagai algoritma standar yang digunakan oleh NBS (National Bureau of Standards) pada 15 Januari 1977. Sejak saat itu, DES banyak digunakan pada dunia penyebaran informasi untuk melindungi data agar tidak bisa dibaca oleh orang lain. Namun demikian, DES juga mengundang banyak kontroversi dari para ahli di seluruh dunia. Salah satu kontroversi tersebut adalah S-Box yang digunakan pada DES. S-Box merupakan bagian vital dari DES karena merupakan bagian yang paling sulit dipecahkan. Hal ini disebabkan karena S-Box merupakan satu – satunya bagian dari DES yang komputasinya tidak linear. Sementara itu, rancangan dari S-Box sendiri tidak diberitahukan kepada publik. Karena itulah, banyak yang curiga bahwa S-Box dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan trapdoor kepada NSA agar NSA bisa membongkar semua ciphertext yang dienkripsi dengan DES kapan saja. 

C. CARA KERJA
DES termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dan tergolong jenis cipher blok. DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsikan 64 bit plainteks menjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internal key) atau upa-kunci (subkey). Kunci internal dibangkitkan dari kunci eksternal (external key) yang panjangnya 64 bit.



Gambar 6.1 Skema global algoritma DES

Skema global dari algoritma DES adalah sebagai berikut (lihat Gambar 6.1):
1. Blok plainteks dipermutasi dengan matriks permutasi awal (initial permutation atau IP).
2. Hasil permutasi awal kemudian di-enciphering- sebanyak 16 kaH (16 putaran). Setiap putaran menggunakan kunci internal yang berbeda.
3. Hasil enciphering kemudian dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks.

Di dalam proses enciphering, blok plainteks terbagi menjadi dua bagian, kiri (L) dan kanan R), yang masing-masing panjangnya 32 bit. Kedua bagian ini masuk ke dalam 16 putaran DES. Pada setiap putaran i, blok merupakan masukan untuk fungsi transformasi yang ;isebut f. Pada fungsi f, blok R dikombinasikan dengan kunci internal K,. Keluaran dai =angsi f di-XOR-kan dengan blok untuk mendapatkan blok yang baru. Sedangkan blok - yang baru langsung diambil dari blok R sebelumnya. Ini adalah satu putaran DES. Secara watematis, satu putaran DES dinyatakan sebagai

Li=Ri-1 (6.1)
R i=L i-1 f(Ri-1, K i) (6.2)

Satu putaran DES merupakan model jaringan Feistel (lihat Gambar 6.2). Perlu dicatat dari Gambar 6.2 bahwa ika (L,6, R,6merupakan keluaran dari putaran ke-16, maka (R,6, L,smerupakan pra­:ipherteks (pre-ciphertext) dari enciphering ini. Cipherteks yang sebenarnya diperoleh dengan melakukan permutasi awal balikan, IP-1, terhadap blok pra-cipherteks.


Gambar 6.2. Jaringan Feistel untuk satu putaran DES




Gambar 6.3 Algoritma Enkripsi dengan DES Permutasi Awal

Sebelum putaran pertama, terhadap blok plainteks dilakukan permutasi awal (initial-permutation atau IP). Tujuan permutasi awal adalah mengacak plainteks sehingga urutan bit-bit di dalamnya berubah. Pengacakan dilakukan dengan menggunakan matriks permutasi awal berikut ini:


Cara membaca tabel/matriks: dua entry ujung kiri atas (58 dan 50) artinya:
"pindahkan bit ke-58 ke posisi bit 1"
"pindahkan bit ke-50 ke posisi bit 2", dst

Pembangkitan Kunci Internal
Karena ada 16 putaran, maka dibutuhkan kunci internal sebanyak 16 buah, yaitu K,, Kz, ...,K16. Kunci-kunci internal ini dapat dibangkitkan sebelum proses enkripsi atau bersamaan dengan proses enkripsi. Kunci internal dibangkitkan dari kunci eksternal yang diberikan oleh pengguna. Kunci eksternal panjangnya 64 bit atau 8 karakter.
Misalkan kunci eksternal yang tersusun dari 64 bit adalah K. Kunci eksternal ini menjadi masukan untuk permutasi dengan menggunakan matriks permutasi kompresi PC- 1 sebagai berikut:


Dalam permutasi ini, tiap bit kedelapan (parity bit) dari delapan byte kunci diabaikan. Hasil 7-ermutasinya adalah sepanjang 56 bit, sehingga dapat dikatakan panjang kunci DES adalah 56 bit. Selanjutnya, 56 bit ini dibagi menjadi 2 bagian, kiri dan kanan, yang masing-masing nanjangnya 28 bit, yang masing-masing disimpan di dalam Co dan DO:
CO: berisi bit-bit dari pada posisi
57, 49, 41, 33, 25, 17, 9, 1, 58, 50, 42, 34, 26, 18
10, 2, 59, 51, 43, 35, 27, 19, 11, 3, 60, 52, 44, 36
Do: berisi bit-bit dari pada posisi
63, 55, 47, 39, 31, 23, 15, 7, 62, 54, 46, 38, 30, 22
14, 6, 61, 53, 45, 37, 29, 21, 13, 5, 28, 20, 12, 4
Selanjutnya, kedua bagian digeser ke kiri (left shift) sepanjang satu atau dua bit bergantung pada tiap putaran.
           
3.    BERIKAN DESKRIPSI STUDI KASUS TERKAIT TEMA

·         Studi Kasus :
Jakarta - Polisi menangkap pemuda berinisial DS (18) yang diduga sebagai peretas situs Bawaslu. DS adalah peretas yang menggunakan nama samaran Mister Cakil di dunia maya. "Modusnya adalah DS alias Mister Cakil dengan sengaja melakukan devicing atau hacking, pembobolan atau penerobosan secara ilegal terhadap website http://inforapat.bawaslu.go.id," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).
Setyo mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, motifnya 
meretas situs Bawaslu hanya karena iseng. Namun Setyo menyampaikan penyidik tak lantas percaya pada pengakuan DS.
"Motifnya iseng mencoba firewall atau sistem keamanan dari website http://inforapat.bawaslu.go.id. Masih didalami (keterangan DS). Curigalah (ada motif lain). Polisi curiga tapi masih didalami, kita tidak boleh menuduh sembarangan," ungkap Setyo.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi, tersangka dan barang bukti, dapat diambil kesimpulan bahwa benar telah terjadi tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apa pun," terang Setyo.
DS dijerat Pasal 46 ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 juncto Pasal 30 ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 dan/atau Pasal 48 ayat 1 juncto Pasal 32 ayat 1, dan/atau Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Dan/atau Pasal 50
 juncto Pasal 22 (b) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi," tutup Setyo. 


·         Analisa :
Dikutip dari beberapa sumber, beberapa ahli bahwa sistem keamanan di Indonesia sangat kurang Di tengah meningkatkan ancaman serangan terhadap keamanan informasi, sistem di Indonesia justru masih lemah.
Pada titik itu, pemerintah harus melakukan upaya untuk mereduksi, mitigasi dan meminimalisasi ancaman. Diakuinya, pemerintah tengah berupaya keras memperkuat sistem keamanan informasi dalam negeri. Sebab semua sektor berpotensi terancam, terutama informasi yang ilegal yang didapat secara tidak sah. “Kita tidak boleh anggap enteng ancaman itu, meskipun itu virus. Karena dia bisa dikendalikan dari jarak jauh,” ucap Direktur Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi‎ Aidil Cinderamata
Pendiri Communication and Information System Security Research (CISSReC) Pratama D Persadha memandang sistem informasi dan komunikasi di Indonesia tidak dibarengi upaya pencegahan dan keamanan rahasia data. "Sistem keamanan informasi data di indonesia tidak aman," ujar Pratama dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (23/4).

Yang mana kekurangan dari Sistem Keamanan pada Teknologi dan Informasi di Indonesia sendiri masih kurang karena memang tidak adanya perlindungan sama sekali pada bidang Teknologi Informasi di sector Pemerintahan, yang mana semestinya merupakan prioritas utama mengingat pentingnya keamanan suatu informasi data di suatu Negara

Kurangnya Negara Indonesia sendiri adalah tidak adanya badan yang di bentuk dan di khususkan untuk mengamankan data ataupun informasi di bidang pemerintahan yang menyebabkan rawannya Sistem Keamanan Teknologi dan Informasi di Indonesia

4.      BERIKAN SINTAKS DARI ALGORITMA YANG DIPILIH
Coding berikut menggunakan Visual Basic.net


Algoritma DES (Data Encryption Standard) adalah salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan enkripsi data sehingga data asli hanya dapat dibaca oleh seseorang yang memiliki kunci enkripsi tersebut. Contoh yang dibahas kali ini adalah mengenai enkripsi dan dekripsi dari sebuah kalimat.
Algoritma ini merupakan pendahulu dari 
AES (Advanced Encryption Standard), dan dulunya pernah menjadi algoritma enkripsi yang populer dipakai. Tetapi ukuran key yang hanya berukuran 56 bit menjadikan algoritma ini dianggap semakin lama semakin kurang aman untuk digunakan, sampai akhirnya ditemukan AES untuk memperbaiki celah keamanan algoritma ini.

Langkah-langkah penggunaan algoritma ini adalah

1.) Tentukan kalimat yang akan dienkrip
 
Console.WriteLine("Masukkan kalimat yang akan dienkrip: ")

Dim input As String = Console.ReadLine

2.) Tentukan kata kunci enkripsi yang digunakan

 
Console.WriteLine("Masukkan kata kunci enkripsi: ")

Dim kataKunci As String = Console.ReadLine

3.) Lakukan inisialisasi variabel yang digunakan oleh metode ini
Penjelasan lebih detail tentang fungsi ini dapat dilihat pada penjelasan skrip dibawah ini
 
Dim xc As New CryptCore()
xc.InitCore()

xc.Key = kataKunci

* Skrip tersebut akan melakukan inisialisasi pada Class CryptCore. Class ini adalah inti class untuk pemanggilan fungsi enkripsi dan dekripsi yang mengacu pada algoritma DES (Data Encryption Standard). Deklarasi Class CryptCore adalah sebagai berikut:



Public Class CryptCore
    Private _key As String = Nothing
    Public Property Key() As String
        Get
            Return _key
        End Get
        Set(value As String)
            _key = Me.formatKey(value)
        End Set
    End Property

    Private Function formatKey(key As String) As String
        If key Is Nothing OrElse key.Length = 0 Then
            Return Nothing
        End If
        Return key.Trim()
    End Function

    Private DefaultKey As String = ""

    Public Sub New()
        DefaultKey = "enkripsi"
    End Sub

    Private _coreSymmetric As CoreAlgoritmaSymmetric

    Public Function InitCore() As Boolean
        _coreSymmetric = New CoreAlgoritmaSymmetric()
        Return True
    End Function
               
                . . .
End Class
 

* Pada saat melakukan proses InitCore, maka proses tersebut akan melakukan inisialisasi pada Class CoreAlgoritmaSymmetric. Pemanggilan fungsi enkripsi / dekripsi pada Class sebelumnya akan mengarah pada Class ini untuk selanjutnya dilakukan perhitungan enkripsi / dekripsi yang sebenarnya. Deklarasi Class CoreAlgoritmaSymmetric adalah sebagai berikut:

 
Public Class CoreAlgoritmaSymmetric
                Private metodeEncode As System.Security.Cryptography.SymmetricAlgorithm

                Public Sub New()
                                metodeEncode = New System.Security.Cryptography.DESCryptoServiceProvider()
                End Sub

                . . .

End Class

4.) Lakukan enkripsi kalimat awal menggunakan algoritma ini
Penjelasan lebih detail tentang fungsi ini dapat dilihat pada penjelasan skrip dibawah ini


Dim hasilEnkripsi As String = xc.Encrypt(input)

* Skrip tersebut akan menjalankan proses enkripsi yang terdapat dalam Class CoreAlgoritmaSymmetric.


Public Function ProsesEncrypt(Source As String, Key As String) As String
                If Source Is Nothing OrElse Key Is Nothing OrElse Source.Length = 0 OrElse Key.Length = 0 Then
                                Return Nothing
                End If

                If metodeEncode Is Nothing Then
                                Return Nothing
                End If

                Dim lPanjangStream As Long
                Dim jumlahBufferTerbaca As Integer
                Dim byteBuffer As Byte() = New Byte(2) {}
                Dim srcData As Byte() = System.Text.ASCIIEncoding.ASCII.GetBytes(Source)
                Dim encData As Byte()
                Dim streamInput As New System.IO.MemoryStream()
                streamInput.Write(srcData, 0, srcData.Length)
                streamInput.Position = 0
                Dim streamOutput As New System.IO.MemoryStream()
                Dim streamEncrypt As System.Security.Cryptography.CryptoStream

                metodeEncode.Key = GetValidKey(Key)
                metodeEncode.IV = GetValidIV(Key, metodeEncode.IV.Length)

                streamEncrypt = New System.Security.Cryptography.CryptoStream(streamOutput, metodeEncode.CreateEncryptor(), System.Security.Cryptography.CryptoStreamMode.Write)
                lPanjangStream = streamInput.Length

                Dim totalBufferTerbaca As Integer = 0
                While totalBufferTerbaca < lPanjangStream
                                jumlahBufferTerbaca = streamInput.Read(byteBuffer, 0, byteBuffer.Length)
                                streamEncrypt.Write(byteBuffer, 0, jumlahBufferTerbaca)
                                totalBufferTerbaca += jumlahBufferTerbaca
                End While
                streamEncrypt.Close()

                encData = streamOutput.ToArray()

                'Konversi menjadi base64 agar hasil dapat digunakan dalam xml
                Return Convert.ToBase64String(encData)

End Function



5.) Lakukan dekripsi dari kalimat yang telah terenkripsi Penjelasan lebih detail tentang fungsi ini dapat dilihat pada penjelasan skrip dibawah ini


Dim hasilDekripsi As String = xc.Decrypt(hasilEnkripsi)

                                * Skrip tersebut akan menjalankan proses dekripsi yang terdapat dalam Class CoreAlgoritmaSymmetric.



Public Function ProsesDecrypt(Source As String, Key As String) As String
                If Source Is Nothing OrElse Key Is Nothing OrElse Source.Length = 0 OrElse Key.Length = 0 Then
                                Return Nothing
                End If

                If metodeEncode Is Nothing Then
                                Return Nothing
                End If

                Dim lPanjangStream As Long
                Dim jumlahBufferTerbaca As Integer
                Dim byteBuffer As Byte() = New Byte(2) {}
                Dim encData As Byte() = Convert.FromBase64String(Source)
                Dim decData As Byte()
                Dim streamInput As New System.IO.MemoryStream(encData)
                Dim streamOutput As New System.IO.MemoryStream()
                Dim streamDecrypt As System.Security.Cryptography.CryptoStream

                metodeEncode.Key = GetValidKey(Key)
                metodeEncode.IV = GetValidIV(Key, metodeEncode.IV.Length)

                streamDecrypt = New System.Security.Cryptography.CryptoStream(streamInput, metodeEncode.CreateDecryptor(), System.Security.Cryptography.CryptoStreamMode.Read)
                lPanjangStream = streamInput.Length

                Dim totalBufferTerbaca As Integer = 0
                While totalBufferTerbaca < lPanjangStream
                                jumlahBufferTerbaca = streamDecrypt.Read(byteBuffer, 0, byteBuffer.Length)
      If 0 = jumlahBufferTerbaca Then
             Exit While
         End If
streamOutput.Write(byteBuffer, 0, jumlahBufferTerbaca)
                                totalBufferTerbaca += jumlahBufferTerbaca
                End While
                streamDecrypt.Close()

                decData = streamOutput.ToArray()
                For i As Integer = 0 To decData.Length - 1
                                If decData(i) < 8 Then decData(i) = 0
                Next

                Dim encodeASCII As New System.Text.ASCIIEncoding()
                Return encodeASCII.GetString(decData)
End Function

Berikut adalah hasil dari enkripsi koding diatas :










5. LINK KELOMPOK :
  1. I Wayan Vicar D. L    (201431131)
  2. Paryanto                      (https://mrparyanto.blogspot.com/2018/12/tugas-quiz-kelompok-1-paryanto-a.html)
  3. Sinta Ariani                 (201631138)
  4. Teddy Fauzan P. K     (http://Teddy1631139.blogspot.com)
  5. Ariq Jauhar Alfaiz       (201631193)
6.  SUMBER SUMBER :



        ANALISA LOGARITMA
     Algoritma yang kami bandingkan adalah Algoritma adalah Algoritma IDEA


      1.      DESKRIPSIKAN HUBUNGAN KSK DENGAN KRIPTOGRAFI ALGORITMA KELOMPOK DAN ALGORITMA KELOMPOK LAIN YANG MEMILIKI CARA KEJA YANG MIRIP !
              Kriptografi IDEA (International Data Encryption Algorithm) diperkenalkan pertama kali tahun 1991 oleh Xuejia Lai dan James L Massey. IDEA merupakan algoritma simetris yang beroperasi pada sebuah blok pesan terbuka 64bit, menggunakan kunci yang sama 128bit untuk proses enkripsi dan dekripsi. Keluaran dari algoritma ini adalah blok pesan terenkripsi 64bit.
             Proses dekripsi menggunakan blok penyandi (algoritma) yang sama dengan proses enkripsi dimana kunci dekripsinya diturunkan dari kunci enkripsi.
              IDEA mendapatkan keamanannya dari operasi grup yang berbeda,  penambahan dan penjumlahan modular serta exclusiveatau bit yang secara aljabar tidak cocok dalam beberapa pengertian. 

      2.      JELASKAN ALGORITMA KELOMPOK LAIN ! ( PENGERTIAN, SEJARAH, CARA KERJA. SERTAKAN FLOWCHART )

A.     PENGERTIAN
IDEA (International Data Encryption Algorithm) merupakan algoritma simetris yang beroperasi pada sebuah blok pesan terbuka dengan lebar 64-bit. Dan menggunakan kunci yang sama , berukuran 128-bit, untuk proses enkripsi dan dekripsi. Pesan rahasia yang dihasilan oleh algoritma ini berupa blok pesan rahasia dengan lebar atu ukuran 64-bit
           Pesan dekripsi menggunakan blok penyandi yang sama dengan blok proses enkripsi dimana kunci dekripsinya diturunkan dari dari kunci enkripsi. Algoritma ini menggunakan operasi campuran dari tiga operasi aljabar yang berbeda, yaitu XOR, operasi penjumlahan modulo 216 dan operasi perkalian modulo ( 216 + 1 ) . Semua operasi ini digunakan dalam pengoperasian sub-blok 16-bit. Algoritma ini melakukan iterasi yang terdiri dari atas 8 putaran dan I transformasi keluaran pada putaran ke 9

B.      SEJARAH
           Metoda IDEA diperkenalkan pertama kali oleh Xuejia Lai dan James Massey pada tahun 1990 dengan nama PES Proposed Encryption Standard. Tahun berikutnya, setelah Biham dan Shamir mendemonstrasikan cryptanalysis yang berbeda, sang penemu memperkuat algoritma mereka dari serangan dan algoritma hasil pengubahan tersebut diberi nama IPES Improved Proposed Encryption Algorithm. Kemudian pada tahun 1992, IPES diganti namanya menjadi IDEA International Data Encryption Algorithm. IDEA dirancang untuk menggantikan DES Data Encryption Standard.

C.      PROSES ENKRIPSI
    Proses Enkripsi IDEA
     Pada proses enkripsi, algoritma IDEA ini ditunjukkan oleh gambar di atas, terdapat tiga operasi yang berbeda untuk pasangan sub-blok 16-bit yang digunakan, sebagai berikut : 
·              XOR dua sub-blok 16-bit bir per bit, yang disimbolkan dengan tanda
·              Penjumlahan integer modulo (216 + 1) dua sub-blok 16-bit , dimana edua sub-blok itu dianggap sebagai representasi biner dari integer biasa, yang disimbolkan

           Perkalian modulo (216 + 1) dua sub-blok 16-bit, dimana kedua sub-blok 16-bit itu dianggap sebagai representasi biner dari integer biasa kecuali sub-blok nol dianggap mewakili integer 216 , yang disimbolkan dengan tanda . Blok pesan terbuka dengan lebar 64-bit , X, dibagi menjadi 4 sub-blok 16-bit, X1, X2, X3, X4, sehingga X = (X1, X2, X3, X4). Keempat sub-blok 16-bit itu ditransformasikan menjadi sub-blok 16-bit, Y2, Y2, Y3, Y4, sebagai pesan rahasia 64-bit Y = (Y1, Y2, Y3, Y4) yang berada dibawah kendali 52 sub_blok kunci 16-bit yang dibentuk dari dari blok kunci 128 bit. Keempat sub-blok 16-bit, X1, X2, X3, X4, digunakan sebagai masukn untuk putaran pertama dari algoritma IDEA. Dalam setiap putaran dilakukan operasi XOR, penjumlahan, perkalian antara dua sub-blok 16-bit dan diikuti pertukaran antara sub-blok 16-bit putaran kedua dan ketiga. Keluaran putaran sebelumnya menjadi masukan putaran berikutnya. Setelah putaran kedelapan dilakukan transformasi keluara yang dikendalikan oleh 4 sub-blok unci 16-bit.

       Pada setiap putaran dilakukan operasi-operasi sebagai berikut : 
       1)  Perkalian X1 dengan sub-kunci pertama 
       2)  Penjumlahan X2 dengan sub-kunci kedua
       3)  Pejumlahan X3 dengan sub kunci ketiga
       4)  Perkalian X4 dengan sub kunci keempat 
       5)  Operasi XOR hasil langkah 1 dan 3
       6)  Operasi XOR hasil angkah 2 dan 4 
       7)  Perkalian hasil langkah 5 dengan sub-kunci kelima 
       8)  Penjumlahan hasil langkah 6 dengan langkah 7 
       9)  Perkalian hasil langkah 8 dengan sub-kunci keenam 
     10) Penjumlahan hasil langah 7 dengan 9 
     11) Operasi XOR hasil langkah 1 dan 9
     12) Operasi XOR hasil langkah 3 dan 9 
     13) Operasi XOR hasil langkah 2 dan 10 
     14) Operasi XOR hasil langkah 4 dan 10 

          Keluaran setiap putaran adalah 4 sub-blok yang dihasilkan pada langkah 11, 12, 13, dan 14 dan menjadi masukan putaran berikutnya. Setelah putaran kedelapan terdapat transformasi keluaran, yaitu : 
1.            Perkalian X1 dengan sub-kunci pertama
2.            Penjumlahan X2 dengan sub-kuci ketiga
3.            Penjumlahan X3 dengan sub-kunci kedua
4.            Perkalian X4 dengan sub-kunci keempat Terahir, keempat sub-blok 16-bit 16-bit yang merupakan hasil operasi 1), 2), 3), dan 4) ii digabung kembali menjadi blok pesan rahasia 64-bit. 
     
      Proses Dekripsi IDEA 
  
       Proses dekripsi menggunakan algoritma yang sama dengan proses enkripsi tatapi 52 buah sub-blok kunci yang digunakan masing-masing merupakan hasil turunan 52 buah sub-blok kunci enkripsi. Tabel sub-blok kunci dekripsi yang diturunkan dari sub-blok kunci enkripsi dapat dilihat pada tabel berikut :



Sub-blok Kunci Enkripsi



Sub-blok kunci deskripsi



            Keterangan :
·              Z-1 merupakan invers perkalian modulo 216+1 dari Z, dimana Z Z-1 = 1
·              Z merupakan invers penjumlahan modulo 216 dri Z, dimana Z Z-1 = 0
      Pembentukan sub-kunci
         Sebanyak 52 sub-blok kunci 16-bit untuk proses enkripsi diperolah dari sebuah kunci 128-bit pilihan pemakai. Blok kunci 128-bit dipartisi menjadi 8 sub-blok kunci 16-bit yang lansung dipakai sebagai 8 sub-blok kunci pertama. Kemudian blok kunci 128-bit dirotasi dari kiri 25 poisi untk dipartisi lagi menjad 8 sub-blok kunci 16-bit berikutnya. Proses rotasi dan pertisi itu diulangi lagi smpai diperoleh 52 sub-blok kunci 16-bit, dengan urutan sebagai berikut : 



FLOWCHART SEBAGAI BERIKUT



      3.      PENGETESAN DENGAN PLAIN TEXT NAMA DAN NIM

             PLAIN TEXT  : Sinta Ariani 201631138
             DES        : Z/5afyQ1G5dh0wcfoSue2P9ysbJZrchU
             IDEA      : Tdu4mFQcfgf3MGcj4K9XiFAKjKG/cNo6

           Sumber : https://8gwifi.org/CipherFunctions.jsp


       4.      LAKUKAN PERBANDINGAN DENGAN MENEMUKAN 3 KELEBIHAN DAN 3 KEKURANGAN
PERSAMAAN
a)       IDEA dan DES merupakan algoritma yang di jadikan stadart elgoritma kunci simetri
b)     Bekerja pada 64 bit blok pesan terbuka
c)      Merupakan pengembangan dari IPES (Improved Proposed Encryption Standard)
d)     Merupakan algoritma yang sederhana namun kerumitan tergantung pada kuncinya
e)      Proses enkripsi dan deskripsinya terdapat beberapa opersi yang sama (contoh  : XOR)

PERBEDAAN
a)      IDEA menggunakan operasi perkalian dan pembagian modulo untuk proses enkripsi maupun deskripsi, sedangkan DES menggunakan permutasi
b)     IDEA menggunakan kunci 128 it dan DES menggunakan kunci 58 bit
c)      IDEA dibuat sebgai pengganti DES, dan DES dibuat untuk tujuan politik
             Sumber : http://xmuhammadilham-sttpln.blogspot.com/2018/12/keamanan-sistem-komputer-quiz.html

         5.      LINK ANGGOTA KELOMPOK LAIN


        6.      REFERENSI SUMBER MATERI
-          Sumber : https://8gwifi.org/CipherFunctions.jsp
-          Sumber : http://nisaastar.blogspot.com/2014/02/penjelasan-tentang-idea-des-rsa-ecc.html

KESIMPULAN
      Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa sesungguhnya DES dan IDEA merupakan algoritma yang memiliki kemiripan yang bisa di bilang cukup mirip. hal ini disebabkan karena DES merupakan turunan dari IDEA. Namun yang berbeda adalah pada bagian key nya yang mana pada algoritma IDEA dia memiliki key 128 bit sedangkan DES memiliki key sebesar 58 bit. 
            Sesungguhnya tidak dapat di pungkiri bahwa ke-dua kriptografi algoritma tersebut tidak lain di gunakan untuk mengamankan sebuah ataupun sekumpulan data .



0 komentar:

Posting Komentar

 

SINTA ARIANI 201631138 Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review